UNTARI RETNO WAHYUNI: Serius Ciptakan Hibrida Baru Adenium
Minggu, 13 April 2008 13:38:18 - Post By teguh
Category : Catatan Adenium
Category : Catatan Adenium
Ia kepengin suatu saat komunitas adenium dunia mengenal Indonesia sebagai penghasil hibrida adenium berbunga istimewa.
Cita-cita itu pula yang membuat Untari Retno Wahyuni, pecinta adenium di Yogyakarta, tertarik untuk serius menyilangkan sukulen berjuluk mawar gurun. Cukup banyak adenium hibrida yang sukses ditelurkannya. First day, novella, deal, renjana, Yu mi ko, dan inocento adalah beberapa nama adenium hibrida karya Tari, sapaan akrabnya. Banyak silangan yang belum diberi nama atau dalam taraf penyempurraan. Sebagian lagi sudah beredar di kalangan hobiis adenium, namun tidak dikenal sebagai silangannya.
Tari mengaku sudah cukup banyak pemain yang mencoba lebih serius menyilangkan si mawar gurun. Takjarang mereka saling tukar informasi, termasuk berbagi dan pamer hibrida dari masing-masing penyilang. Kalau melihat hasil silangan yang diperlihatkan rekan penyilangnya, kualitas dan kuantitasnya sudah menggembirakan. Tinggal tunggu keberanian saja buat di-publish, ujarnya.
TANTANGAN SUAMI
Cerita dimulai kira-kira empat tahun silam. Tari jatuh hati pada adenium saat melihatnya dalam sebuah pameran. Sebelumnya ia memang sudah menggemari tanaman hias berbunga indah, terutama anggrek. lbu dua putri ini terpukau melihat poster berisi foto 101 hibrida adenium dengan kelir yang berbeda-beda. Saya takjub karena corak bunganya warna-warni. Akhirnya saya beli satu bunga blue hawaii, lalu beli lagi morodoklok. Dan terus berlanjut sampai saya punya ke semua varian yang ada dalam poster itu, kenangnya.
Suami saya menantang saya untuk menyilang. Masak sih semua harus dari Bangkok, kata Tari. Ditambah lagi para hobiis adenium di Tanah Air juga ramai memperbincangkan cara menghasilkan biji adenium. Secara kebetulan wanita yang kini mengibarkan merek Omahijo Nursery, menemukan lebah yang terjepit dalam anther slit bunga blue hawaii. Ini yang lantas menjadi inspirasi mengenai cara penyerbukan bunga adenium.
Ia lantas belajar mengenai morfologi bunga dan juga mekanisme penyerbukan aneka bunga dari berbagai literatur biologi. Tari menemukan adanya kesamaan struktur dan posisi organ reproduksi adenium dengan Asclepias erosa (desert milk weed) sejenis rumput liar asal Afrika.
Dugaannya, mekanisme penyerbukan kedua tanaman itu serupa. Ia pun mempraktikkannya selama 6 bulan dan ternyata berhasil.
Setelah silangan pertama berbunga, alumnus Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta ini makin berminat. la menyebut menyilang tanaman itu enigmatic, penuh teka-teki yang mengasyikan bila diselami. Selain dituntut berpikir, berimaginasi, juga perlu kesabaran layaknya mengurai benang kusut. Tapi tak bisa disangkal, keberuntungan juga dibutuhkan. Belum lagi perasaan harap-harap cemas waktu menunggu benih yang kita semai berbunga. Akankah mekar sesuai harapan kita, membawa kejutan, atau berubah jadi melodrama yang menyedihkan, ujarnya antusias.
BUTUH LOMPATAN
Penyilang asal kota gudeg ini menerapkan dua metode penyilangan. Metode pertama adalah improvement, bertujuan menyempurnakan kekurangan pada bunga yang sudah populer sekarang. Setiap muncul kembang anyar dari Thailand atau Taiwan, dicari kekurangannya dan apa yang perlu ditamoahkan agar lebih menarik. Dilakukan untuk mendapatkan hasil bagus dalam waktu relatif cepat. Butuh lompatan jntuk mengejar ketertinggalan dari Taiwan dan Thailand yang telah mulai lebih dari 10 tahun yang lalu, ungkapnya.
Prinsip dasar penyilangan improvement adalah pretty on pretty. Bunga yang punya kelebihan tertentu disilangkan dengan bunga yang memiliki kelebihan berbeda. Menurutnya, karakter anak hasil silangan dipengaruhi tetua jantan-betina dengan porsi seimbang, 50.50. Novella adalah contoh penerapan metode ini. Pilih tetua yang mempunyai ciri dekat dengan tujuan penyilangan. Anakan yang dlhasilkan tidak jauh dari cantik-cantik dan cantik sekali, tandasnya.
Metode kedua adalah penyilangan unique. Tujuan akhirnya, menghasilkan bunga yang benar-benar unik, belum pernah ada di pasar baikwarna, corak atau kombinasi keduanya. Dibutuhkan waktu relatif lebih lama dari metode pertama. Harus membuat breedingline untuk sifat yang kita inginkan. Intinya, buat line untuk sifat-sifat rertentu yang kelak akan kita gabungkan. Saya sedang berusaha mencetak bunga berpola harry potter tetapi warnanya terbalik.
BAGI-BAGI BIJI
Hasil silangan dikategorikan bagus jika fase generatif, berbunga pertama kali, tidak terlampau lama alias waktu kurang dari 8 bulan. Setiap tangkainya harus memiliki tiga kuntum bunga pertangkai saat pertama kaji berbunga. Bentuk dan tampilan bunga bagus, warna tegas dan tahan lebih dari 10 hari. Bentuk yang ideal, menurut saya, bunga membulat, petal overlap-penuh, petal tebal dan tidak melengkung ke atas atau ke bawah. Petalnya rata, corong bunga tidak terlalu panjang dan mulut corong bunga sempit, ungkap Tari.
Tak semua hasil silangan langsung dijual, sebagian disimpan untuk dikembangkan, sebagian bahkan dibagi-bagi ke kolega. Awalnya, Tari menyemai sendiri biji hasil silangan nya karena hasil panen memang belum terlalu melimpah. Saat bertambah banyak, ia pun pusing ketika harus menyemai. Saya tawarkan ke teman-teman. Saat kelak berbunga saya harap dapat laporan, macam bunganya seperti apa. Sayangnya kebanyakan justru tanpa kabar. Anehnya enggak ada laporan komplain kalau jelek, malah terus saja minta dikirimi biji silangan, katanya.
Kepengin dapat kiriman biji silangan? *
Teks: Rudi
Foto: Dok. Omahijo
Biodata:
Nama Lengkap: Untari Retno Wahyuni
Tempat & Tanggal Lahir: Yogyakarta, 1 Desember 1971
Pekerjaan: Finance & Controlling dan Marketing Manager di Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Pemilik Omahijo Nursery di Yogjakarta
Garden, Desember 2007
Dari daunbagus.com
Cita-cita itu pula yang membuat Untari Retno Wahyuni, pecinta adenium di Yogyakarta, tertarik untuk serius menyilangkan sukulen berjuluk mawar gurun. Cukup banyak adenium hibrida yang sukses ditelurkannya. First day, novella, deal, renjana, Yu mi ko, dan inocento adalah beberapa nama adenium hibrida karya Tari, sapaan akrabnya. Banyak silangan yang belum diberi nama atau dalam taraf penyempurraan. Sebagian lagi sudah beredar di kalangan hobiis adenium, namun tidak dikenal sebagai silangannya.
Tari mengaku sudah cukup banyak pemain yang mencoba lebih serius menyilangkan si mawar gurun. Takjarang mereka saling tukar informasi, termasuk berbagi dan pamer hibrida dari masing-masing penyilang. Kalau melihat hasil silangan yang diperlihatkan rekan penyilangnya, kualitas dan kuantitasnya sudah menggembirakan. Tinggal tunggu keberanian saja buat di-publish, ujarnya.
TANTANGAN SUAMI
Cerita dimulai kira-kira empat tahun silam. Tari jatuh hati pada adenium saat melihatnya dalam sebuah pameran. Sebelumnya ia memang sudah menggemari tanaman hias berbunga indah, terutama anggrek. lbu dua putri ini terpukau melihat poster berisi foto 101 hibrida adenium dengan kelir yang berbeda-beda. Saya takjub karena corak bunganya warna-warni. Akhirnya saya beli satu bunga blue hawaii, lalu beli lagi morodoklok. Dan terus berlanjut sampai saya punya ke semua varian yang ada dalam poster itu, kenangnya.
Suami saya menantang saya untuk menyilang. Masak sih semua harus dari Bangkok, kata Tari. Ditambah lagi para hobiis adenium di Tanah Air juga ramai memperbincangkan cara menghasilkan biji adenium. Secara kebetulan wanita yang kini mengibarkan merek Omahijo Nursery, menemukan lebah yang terjepit dalam anther slit bunga blue hawaii. Ini yang lantas menjadi inspirasi mengenai cara penyerbukan bunga adenium.
Ia lantas belajar mengenai morfologi bunga dan juga mekanisme penyerbukan aneka bunga dari berbagai literatur biologi. Tari menemukan adanya kesamaan struktur dan posisi organ reproduksi adenium dengan Asclepias erosa (desert milk weed) sejenis rumput liar asal Afrika.
Dugaannya, mekanisme penyerbukan kedua tanaman itu serupa. Ia pun mempraktikkannya selama 6 bulan dan ternyata berhasil.
Setelah silangan pertama berbunga, alumnus Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta ini makin berminat. la menyebut menyilang tanaman itu enigmatic, penuh teka-teki yang mengasyikan bila diselami. Selain dituntut berpikir, berimaginasi, juga perlu kesabaran layaknya mengurai benang kusut. Tapi tak bisa disangkal, keberuntungan juga dibutuhkan. Belum lagi perasaan harap-harap cemas waktu menunggu benih yang kita semai berbunga. Akankah mekar sesuai harapan kita, membawa kejutan, atau berubah jadi melodrama yang menyedihkan, ujarnya antusias.
BUTUH LOMPATAN
Penyilang asal kota gudeg ini menerapkan dua metode penyilangan. Metode pertama adalah improvement, bertujuan menyempurnakan kekurangan pada bunga yang sudah populer sekarang. Setiap muncul kembang anyar dari Thailand atau Taiwan, dicari kekurangannya dan apa yang perlu ditamoahkan agar lebih menarik. Dilakukan untuk mendapatkan hasil bagus dalam waktu relatif cepat. Butuh lompatan jntuk mengejar ketertinggalan dari Taiwan dan Thailand yang telah mulai lebih dari 10 tahun yang lalu, ungkapnya.
Prinsip dasar penyilangan improvement adalah pretty on pretty. Bunga yang punya kelebihan tertentu disilangkan dengan bunga yang memiliki kelebihan berbeda. Menurutnya, karakter anak hasil silangan dipengaruhi tetua jantan-betina dengan porsi seimbang, 50.50. Novella adalah contoh penerapan metode ini. Pilih tetua yang mempunyai ciri dekat dengan tujuan penyilangan. Anakan yang dlhasilkan tidak jauh dari cantik-cantik dan cantik sekali, tandasnya.
Metode kedua adalah penyilangan unique. Tujuan akhirnya, menghasilkan bunga yang benar-benar unik, belum pernah ada di pasar baikwarna, corak atau kombinasi keduanya. Dibutuhkan waktu relatif lebih lama dari metode pertama. Harus membuat breedingline untuk sifat yang kita inginkan. Intinya, buat line untuk sifat-sifat rertentu yang kelak akan kita gabungkan. Saya sedang berusaha mencetak bunga berpola harry potter tetapi warnanya terbalik.
BAGI-BAGI BIJI
Hasil silangan dikategorikan bagus jika fase generatif, berbunga pertama kali, tidak terlampau lama alias waktu kurang dari 8 bulan. Setiap tangkainya harus memiliki tiga kuntum bunga pertangkai saat pertama kaji berbunga. Bentuk dan tampilan bunga bagus, warna tegas dan tahan lebih dari 10 hari. Bentuk yang ideal, menurut saya, bunga membulat, petal overlap-penuh, petal tebal dan tidak melengkung ke atas atau ke bawah. Petalnya rata, corong bunga tidak terlalu panjang dan mulut corong bunga sempit, ungkap Tari.
Tak semua hasil silangan langsung dijual, sebagian disimpan untuk dikembangkan, sebagian bahkan dibagi-bagi ke kolega. Awalnya, Tari menyemai sendiri biji hasil silangan nya karena hasil panen memang belum terlalu melimpah. Saat bertambah banyak, ia pun pusing ketika harus menyemai. Saya tawarkan ke teman-teman. Saat kelak berbunga saya harap dapat laporan, macam bunganya seperti apa. Sayangnya kebanyakan justru tanpa kabar. Anehnya enggak ada laporan komplain kalau jelek, malah terus saja minta dikirimi biji silangan, katanya.
Kepengin dapat kiriman biji silangan? *
Teks: Rudi
Foto: Dok. Omahijo
Biodata:
Nama Lengkap: Untari Retno Wahyuni
Tempat & Tanggal Lahir: Yogyakarta, 1 Desember 1971
Pekerjaan: Finance & Controlling dan Marketing Manager di Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Pemilik Omahijo Nursery di Yogjakarta
Garden, Desember 2007
Dari daunbagus.com
Berita Catatan Adenium Lainnya
Mawar Gurun Baru yang Diburu
GRAFTING BOR PADA ADENIUM
UNTARI RETNO WAHYUNI: Belajar Menyilang Dari Lebah
MEMBESARKAN BONGGOL ADENIUM
CARA MENYEMAI BIJI ADENIUM
Adenium Arabicum Dwarf
Pengenalan Tanaman Adenium
Merawat dan membungakan Adenium dan Euphorbia
Pengendalian Hama Tanaman Adenium
CIRI DAN SIFAT TANAMAN ADENIUM